MEDIA DAN RUANG PUBLIK
oleh: Faisal Hamdan Fuadi (B95219098)
A.
MEDIA
1. PENGERTIAN MEDIA
Pengertian media dalam KBBI, diartikan sebagai: 1. Alat. 2.
Alat atau (sarana) komunikasi seperti majalah, radio, televisi, film, poster,
dan spanduk (KBBI, 2016). Dalam etimologinya,
kata “media” berasal dari bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan
dalam bahasa Indonesia kata “medium” diartikan “sedang”, jadi pengertian media
dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan)
antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan.
Definisi media menurut Association for education and
communication technologi (AECT)
ialah segala bentuk yang di pergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.
Sedangkan Definisi menurut education
association (NEA), sebagai
benda yang dapat
dilihat, dibaca, didengar, atau
dimanipulasikan, beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik (Basyirudin
Usman, 2002:12).[1]
Media adalah suatu sarana komunikasi bagi masyarakat, dimana
komunikasi sendiri merupakan sebagai pihak perantara atau penghubung.
Sedangkan McLuhan bersama Quentin Fiore,
menyatakan bahwa “media
setiap zamannya menjadi
esensi masyarakat” hal tersebut memaparkan bahwa masyarakat dan media
merupakan hal yang selalu berkaitan dan media sendiri adalah bagian penting di
kehidupan masyarakat. Secara tidak langsung media memiliki pengaruh yang
berdampak positif maupun negative dalam pola dan perilaku masyarakat.[2]
Media merupakan sarana
empuk untuk penyampaian ilmu pengetahuan. Fakta riil menunjukkan bahwa media
sangat menentukan perilaku masyarakat. Apa yang disajikan oleh media cenderung diikuti oleh para penikmat media itu sendiri, tidak terkecuali dengan model atau realitas pendidikan
di Indonesia. Kehadiran media telah membentuk pola pembelajaran satu arah. Ini
berarti bahwa anak didik hanya melihat
dengan tanpa mampu mengoreksi secara proporsional sistem nilai dan aplikasi
yang ada.
Mahasiswa misalnya
lebih cendrung mengakses
apa yang mereka
cari melalui internetketimbang
membaca buku untuk mendapatkan referensi pelajarannya. Kenyataan ini akan
membuka peluang sistem belajar pasif dan satu arah. Anak didik cenderung
mendengarkan apa yang ditawarkan dan dilihatnya lewat media, hal ini
mengakibatkan sulitnya melatih berpikir
kritis terhadap apa yang diajarkan oleh para pendidik kepada para peserta
didik.
2. JENIS MEDIA
Secara umum, media dapat dikelompokan
sebagai berikut:
a. Media Visual: media
visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini
mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat
mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk
didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar
tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya.
b.` Media Audio: media
audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai
salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan
kaset suara atau CD dan sebagainya.
c. Media Audio
Visual: media audio visual adalah media yang bisa didengar dan
dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan
penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film,
televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD. Internet termasuk dalam bentuk media audio
visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media,
disebut multimedia karena berbagai
format ada dalam internet.
B.
RUANG PUBLIK
1. PENGERTIAN
Jika kita melihat wikipedia tentang pengertian ruang publik,
pengertiannya adalah areal atau tempat dimana suatu masyarakat atau komunitas
dapat berkumpul untuk meraih tujuan yang sama, sharing permasalah baik
permasalah pribadi maupun kelompok. Areal ini dapat berupa ruang dalam dunia
nyata (Real Space) ataupun dunia maya (Virtual Space).
Dalam pengertian lain, ruang publik merupakan ruang yang dapat mewadahi
kepentingan publik atau masyarakat umum, misalnya melakukan komunikasi dengan
kolega, pertemuan infonnal komunitas tertentu, bennain, jalan jalan, melepas lelah,
melihat lihat taman dan penghijauan, sekedar melihat orang lewat atau memperhatikan
kegiatan orang disekitar ruang tersebut, bisa jadi hanya nongkrong menyaksikan
hiruk pikuk kota sambil makan makanan kecil dan minuman yang dibawa sendiri
atau beli dari pedagang kaki lima didekatnya.
Stephen
Cars cs dalam bukunya Public Spaces mengungkapkan bahwa Ruang Publik
bisa berupa taman umum dari skala nasional seperti Monas di Jakarta. Skala regional
misalnya Lapangan Simpang Lima Semarang, Alun alun yang ada disetiap Kota
Kabupaten merupakan taman Kota, Taman taman lingkungan yang berada di kawasan
pemukiman kota jalan Pedestrian berupa trotoar, tempat parkir, plasa atau lapangan
hijau, halaman kampus atau sekolah, atrium yang terbentuk diantara bangunan-bangunan
di sekelilingnya, pasar-pasar buah dan sayur yang menempati jalan umum
sementara, Waterfront, Riverfront, Lakefront, dermaga, semua itu
merupakan ruang publik kota.[3]
Secara
garis besar, ruang publik dideskripsikan dalam tiga ranah penting, yakni:
a.
Ruang publik
sebagai arena. Makna tersebut mengindikasikan bahwa ruang publik menyediakan
basis komunikasi antar masyarakat.
b.
Ruang
publik itu adalah ruang publik itu sendiri. Makna tersebut mengindikasikan
bahwa publik adalah aktor penting dalam menjalankan demokrasi dari tingkatan
akar rumput.
c.
Ruang
publik adalah agen. Maksudnya ruang publik itu adalah agen/ alat penting dalam
menyampaikan aspirasi dari akar rumput menuju bawah (Schuler & Day, 2004:
4-6).[4]
2. BENTUK
RUANG PUBLIK
Pada umumnya ruang publik adalah ruang terbuka yang
mampu menampung kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitas bersama di
udara terbuka. Ruang ini memungkinkan terjadinya pertemuan antar manusia untuk
saling berinteraksi. Karena pada ruang ini seringkali timbul berbagai kegiatan
bersama, maka ruang-ruang terbuka ini dikategorikan sebagai ruang umum.
Meskipun sebagian ahli mengatakan umumnya ruang publik adalah ruang terbuka.
Menurut sifatnya, ruang publik terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a.
Ruang
publik tertutup : adalah ruang publik yang terdapat di dalam suatu bangunan.
Keberadaan ruang publik di lokasi studi kualitas ruang belum presentatif,
terlihat komponen pembentuk ruang masih sederhana, lantaipun masih berupa
tanah, tidak berdinding atap dari seng gelombang, struktur bangunan dari bahan
bambu.Bangunan pos kamling (keamanan lingkungan) juga digunakan untuk ruang
publik dan warung-warung makanan di tepi sungai Winongo.
b.
Ruang
publik terbuka : yaitu ruang publik yang berada di luar bangunan yang sering
juga disebut ruang terbuka (open space).
C. PERAN MEDIA DALAM RUANG PUBLIK
Media sosial bisa digolongkan sebagai ruang publik yang
digunakan manusia untuk melakukan berbagai interaksi komunikatif. Konsep ruang
publik sebagai media komunikatif yang demokratis telah diungkapkan oleh Jurgen
Habermas seorang filsuf Jerman pengikut Mazhab Frankfrut yang lebih dikenal
sebagai Mazhab teori kritis. Di dalam ruang publik ini masyarakat bisa
mengungkapkan opini, gagasan, bahkan kritik terhadap suatu hal dengan bebas.
Pendekatan tersebut saat ini benar-benar bisa terlihat pada penggunaan media
sosial di internet.
Media sosial memberikan kesempatan kepada siapapun
untuk terlibat didalamnya secara langsung. Banyak masyarakat mengambil
kesempatan tersebut untuk sekedar terlibat didalamnya, bagi sebagian masyarakat
memanfaatkan media sosial untuk kegiatan berbagi informasi. Akan tetapi tidak
sedikit juga masyarakat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi
untuk menampilkan dirinya sebagai bentuk eksistensi keberadaannya. Tidak
terlepas masyarakat kelas atas maupun kelas bawah, muda atau tua, laki-laki
atau perempuan, bahkan mulai dari pengamen sampai presiden, mereka memanfaatkan media sosial untuk
mengabarkan informasi apa yang dilakukannya.
Kehadiran media sosial menjadikan setiap individu
menginformasikan setiap kegiatan yang berada disekelilingnya, dapat melakukan
liputan secara langsung layaknya seorang jurnalis profesional. Banyak informasi
yang didapat dari media sosial yang luput dari dari berita media massa
konvensional. Media sosial sebagai perwujudan konsep ruang publik digital,
wajar jika media sosial dimanfaatkan oleh para penggiat demokrasi dalam hal ini
para aktor dan elit politik untuk menyebarkan segala bentuk komunikasi politik
dalam membangun dan menjaga konstituennya untuk mendapatkan simpati dan juga
bentuk pertanggung jawaban yang sudah dilakukan. Hal ini menjadi sangat menarik
ketika seorang eksekutif pemerintahan (baca presiden) memanfaatkan media sosial
untuk berkomunikasi dengan rakyatnya.
Sebagai contoh Presiden Jokowi memanfaatkan media
sosial sebagai ruang terbuka untuk melakukan komunikasi dengan rakyatnya,
selain komunikasi interpersonal yang sering dilakukan dengan “blusukan”,
presiden faham betul bahwa tidak mungkin dia mampu berkomunikasi secara
langsung dengan rakyat dengan turun langsung menjangkau seluruh masyarakat,
karena luasnya wilayah dan tentunya kesibukan sebagai presiden hal tersebut
tidak memungkinkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa presiden Joko Widodo
memanfaatkan media sosial sebagai ruang terbuka digital yang dapat digunakan
untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan masyarakat.
KESIMPULAN
Media adalah suatu sarana komunikasi
bagi masyarakat, dimana komunikasi sendiri merupakan sebagai pihak perantara
atau penghubung. Pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar
atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima
pesan. Secara umum, media dibagi menjadi tiga
bagian yaitu; media visual, media audio,dan
media audio visual. Fungsi media yaitu sebagai alat atau sarana untuk
memberikan informasi.
Ruang publik merupakan ruang yang dapat mewadahi
kepentingan publik atau masyarakat umum, misalnya melakukan komunikasi dengan
kolega, pertemuan infonnal komunitas tertentu, bennain, jalan jalan, melepas lelah,
melihat lihat taman dan penghijauan, sekedar melihat orang lewat atau memperhatikan
kegiatan orang disekitar ruang tersebut, bisa jadi hanya nongkrong menyaksikan
hiruk pikuk kota sambil makan makanan kecil dan minuman yang dibawa sendiri
atau beli dari pedagang kaki lima didekatnya.
Ruang publik umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu tertutup
dan terbuka. Ruang publik tertutup adalah ruang
publik yang terdapat di dalam suatu bangunan, sedangkan ruang publik terbuka
adalah ruang publik yang berada di luar bangunan yang sering juga disebut ruang
terbuka (open space).
Media sosial
bisa digolongkan sebagai ruang publik yang digunakan manusia untuk melakukan
berbagai interaksi komunikatif. Media sosial sebagai perwujudan konsep ruang
publik digital, wajar jika media sosial dimanfaatkan oleh para penggiat
demokrasi dalam hal ini para aktor dan elit politik untuk menyebarkan segala
bentuk komunikasi politik dalam membangun dan menjaga konstituennya untuk
mendapatkan simpati dan juga bentuk pertanggung jawaban yang sudah dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Wannawan, Edy. “RUANG PUBLIK DAN KUALITAS RUANG KOTA,” 2005, 9.
Jati, Wasisto Raharjo. “CYBERSPACE,
INTERNET, DAN RUANG PUBLIK BARU: AKTIVISME ONLINE POLITIK KELAS MENENGAH
INDONESIA.” Jurnal Pemikiran Sosiologi 3, no. 1 (January 25, 2016): 25.
https://doi.org/10.22146/jps.v3i1.23524.
Khatimah,
Husnul. “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.” TASÂMUH 16,
no. 1 (1 Desember 2018): 119–38. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v16i1.548.
Wahyuni, Dwi. “AGAMA SEBAGAI MEDIA
DAN MEDIA SEBAGAI AGAMA.” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran,
dan Fenomena Agama 18, no. 2 (December 30, 2017). https://doi.org/10.19109/jia.v18i2.2368.
[1] Dwi Wahyuni, “AGAMA
SEBAGAI MEDIA DAN MEDIA SEBAGAI AGAMA,” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin,
Pemikiran, dan Fenomena Agama 18, no. 2 (December 30, 2017),
https://doi.org/10.19109/jia.v18i2.2368.
[2] Husnul Khatimah, “Posisi Dan Peran Media
Dalam Kehidupan Masyarakat”, Jurnal Tasamuh Vol 16, No.1, Desember 2018
[3] Edy Dannawan, “RUANG
PUBLIK DAN KUALITAS RUANG KOTA,” 2005, 9.
[4] Wasisto Raharjo
Jati, “CYBERSPACE, INTERNET, DAN RUANG PUBLIK BARU: AKTIVISME ONLINE POLITIK
KELAS MENENGAH INDONESIA,” Jurnal Pemikiran Sosiologi 3, no. 1 (January
25, 2016): 25, https://doi.org/10.22146/jps.v3i1.23524.
Komentar
Posting Komentar