PERAN MEDIA SEBAGAI KONTROL SOSIAL
MEDIA DAN KONTROL SOSIAL
oleh: Faisal Hamdan Fuadi (B95219098)
PENGERTIAN
MEDIA
Kata “media”
berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium” secara
harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar.[1] Kemudian
banyak pakar organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media.
Beberapa diantaranya mengemukakan bahwa media adalah sebagai berikut:
a) Teknologi
pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media
adalah perluasan dari guru (Schram,1982)
b) National Education Asociation (NEA) memberikan batasan
bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual,
termasuk teknologi perangkat kerasnya
c) Briggs berpendapat media merupakan alat untuk
memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar
Definisi media menurut
Association for education
and communication technologi (AECT) ialah segala bentuk yang di
pergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Definisi menurut
education association (NEA),
sebagai benda yang
dapat dilihat, dibaca,
didengar, atau dimanipulasikan, beserta
instrumen yang dipergunakan dengan baik (Basyirudin Usman, 2002:12).[2]
Jika ditarik kesimpulan dari
beberapa pengertian diatas, media adalah sarana atau alat
yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima pesan,
dengan tujuan meningkatkan pemahaman penerima pesan.
JENIS MEDIA
Secara umum, media dapat dikelompokan
sebagai berikut:
a.
Media Visual: media
visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini
mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat
mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk
didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar
tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya.
b. Media Audio: media
audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai
salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan
kaset suara atau CD dan sebagainya.
c.
Media Audio
Visual: media audio visual adalah media yang bisa didengar dan
dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan
penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film,
televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD. Internet termasuk dalam bentuk media audio
visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media,
disebut multimedia karena berbagai
format ada dalam internet.
PENGERTIAN
KONTROL SOSIAL
Kontrol sosial
(social control) adalah suatu upaya, teknik dan strategi yang mencegah
perilaku manusia untuk menyimpang dalam masyarakat. Kontrol sosial terjadi
dimanapun, contohnya: keluarga, sekolah, masyarakat.
Pengendalian
sosial atau kontrol sosial dimaksudkan agar seseorang mematuhi norma-norma
sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial terutama remaja.
Hal ini dikarenakan remaja adalah kelompok masyarakat yang paling rentan
menerima pengaruh dari berbagai sumber, baik pengaruh positif dan negative.
Adapun menurut
Soekanto (1988) mengenai pengertian kontrol sosial yaitu : “Kontrol sosial
adalah tercakup segala proses bersifat mendidik, mengajak atau bahkan memaksa
warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai sosial yang berlaku.
Pengendalian sosial dimaksudkan agar anggota masyarakat mematuhi norma-norma
sosial sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan sosial.[3]
PERAN MEDIA DALAM KONTROL SOSIAL
Media
massa sebagai salah satu saluran komunikasi massa, secara sederhana memiliki
fungsi menginformasikan (to inform ), mendidik (to educate),
menghibur (to entertaint ), dan kontrol sosial (social control
). Salah satu fungsi media adalah sebagai alat kontrol sosial, maka dari itu media
massa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sosial. Karena
perannya yang sangat potensial untuk mengangkat dan membuat opini publik
sekaligus sebagai wadah berdialog antar lapisan masyarakat.Pada dasarnya,
efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) bergantung pada
integritas media itu sendiri.
Media
massa sebagai agen perubahan dan sebagai kontrol sosial masyarakat harus dapat
memberikan informasi yang tepat dan juga berguna. Peran sebagai kontrol sosial
disini dikatakan sebagai watchdog dalam konteks sebagai pemberi
penilaian, kritik dan saran kepada penguasa, parlemen, lembaga
peradilan/penegak hukum dan masyarakat.
Peran
positif media massa berupa kontribusi dalam menyebarluaskan informasi kepada
khalayak sekaligus juga sebagai alat kontrol
publik masyarakat dalam menyikapi informasi yang sedang berlangsung. Lain
halnya dengan negatif misalnya pemberitaan yang mereduksi fakta sehingga
menghasilkan kenyataan semu (false reality), yang dapat berakibat
menguntungkan kepentingan tertentu dan sekaligus merugikan pihak lain.
KESIMPULAN
Media adalah sarana
atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima
pesan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman penerima pesan.
Media dikelompokan menjadi tiga bagian
yaitu pertama media visual artinya media yang bisa dilihat, dibaca dan
diraba. Kedua, media audio artinya media yang hanya dapat didengar saja.
Ketiga, media audio visual artinya media yang dapat dilihat dan didengar
secara bersamaan.
Kontrol sosial (social control) adalah suatu upaya, teknik dan strategi yang mencegah perilaku manusia untuk menyimpang dalam masyarakat. Kontrol sosial terjadi dimanapun, contohnya: keluarga, sekolah, masyarakat.
Media
massa sebagai agen perubahan dan sebagai kontrol sosial masyarakat harus dapat
memberikan informasi yang tepat dan juga berguna. Peran sebagai kontrol sosial
disini dikatakan sebagai watchdog dalam konteks sebagai pemberi
penilaian, kritik dan saran kepada penguasa, parlemen, lembaga
peradilan/penegak hukum dan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Hafid, H Abd. “SUMBER DAN MEDIA
PEMBELAJARAN” 6 (2011): 10.
Hanifah, Fatri. “Hubungan
Kontrol Sosial Orang Tua dengan Perilaku Seks Pranikah Remaja Kelurahan Batang
Arau Kecamatan Padang Selatan.” Spektrum: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
(PLS) 1, no. 2 (July 1, 2013).
https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v1i2.2386.
Wahyuni, Dwi.
“AGAMA SEBAGAI MEDIA DAN MEDIA SEBAGAI AGAMA.” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji
Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama 18, no. 2 (December 30, 2017).
https://doi.org/10.19109/jia.v18i2.2368.
[1] H Abd Hafid, “SUMBER
DAN MEDIA PEMBELAJARAN” 6 (2011): 10.
[2] Dwi Wahyuni, “AGAMA
SEBAGAI MEDIA DAN MEDIA SEBAGAI AGAMA,” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin,
Pemikiran, dan Fenomena Agama 18, no. 2 (December 30, 2017),
https://doi.org/10.19109/jia.v18i2.2368.
[3] Fatri Hanifah, “Hubungan
Kontrol Sosial Orang Tua dengan Perilaku Seks Pranikah Remaja Kelurahan Batang
Arau Kecamatan Padang Selatan,” Spektrum: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
(PLS) 1, no. 2 (July 1, 2013),
https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v1i2.2386.

Komentar
Posting Komentar