MEDIA DAN MASYARAKAT
MEDIA DAN MASYARAKAT
Dosen Pengampu
Abu Amar Bustomi, M.Si
Disusun Oleh:
Faisal Hamdan Fuadi (B95219098)
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2021
DAFTAR ISI
C. Peran Media Dalam Masyarakat
KATA PENGANTAR
Pertama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadiran Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan penulis segala nikmat dan karunianya. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan kepada zaman yang terang benderang ini. Berkat limpahan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan untuk memenuhi tugas. Dan tentunya dalam pembuatan makalah ini penulis mengunakan berbagai sumber sebagai data dan fakta pada makalah ini.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Karena itu kritik dan saran pembaca akan selalu membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.
Surabaya, September 2021
Faisal Hamdan Fuadi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era digital ini perkembangan teknologi terjadi sebuah evolusi pada teknologi media, sebut saja new media atau orang juga sering menyebutnya media online atau orang lebih akrab lagi menyebutnya dengan istilah internet, media ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Media ini juga disebut-sebut sebagai media yang sampai saat ini belum ada yang menandingi pertumbuhan jumlah penggunanya. Di negara maju, new media mengalahkan berbagai media yang sebelumnya telah dijadikan sumber referensi dalam mendapatkan sebuah informasi. Istilah new media muncul pada akhir abad 20, istilah ini digunakan untuk menyebut media jenis baru yang menggabungkan antara media konvensional dengan media internet.
Media interaktif memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik yang memungkinkan pengguna dapat berpartisipasi dan memodifikasi isi dari informasi pada saat itu juga (real time) (Morissan, 2010:24). [1]
Bisa dibilang bahwa perkembangan teknologi ini berpengaruh besar pada perubahan media komunikasi. Dahulu ketika internet muncul di penghujung abad ke-21, pengguna internet dan masyarakat luas masih mengidentikkannya sebagai ”alat” semata. Berbeda halnya sekarang, internet menjadi “media” tersendiri yang bahkan mempunyai kemampuan interaktif. Aspek tersebut telah melahirkan ekstra kemudahanbagi para penggunanya.[2]
B. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian Media?
b. Apa pengertian Masyaakat?
c. Bagaimana peran media dalam masyarakat?
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian media
b. Untuk mengetahui pengertian masyarakat
c. Untuk mengetahui peran media dalam masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
A. Media
1. Pengertian Media
Definisi media menurut Association for education and communication technologi (AECT) ialah segala bentuk yang di pergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Definisi menurut education association (NEA), sebagai benda yang dapat dilihat, dibaca, didengar, atau dimanipulasikan, beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik (Basyirudin Usman, 2002:12).[3]
Media adalah suatu sarana komunikasi bagi masyarakat, dimana komunikasi sendiri merupakan sebagai pihak perantara atau penghubung. Sedangkan McLuhan bersama Quentin Fiore, menyatakan bahwa “media setiap zamannya menjadi esensi masyarakat” hal tersebut memaparkan bahwa masyarakat dan media merupakan hal yang selalu berkaitan dan media sendiri adalah bagian penting di kehidupan masyarakat. Secara tidak langsung media memiliki pengaruh yang berdampak positif maupun negative dalam pola dan perilaku masyarakat.[4]
Media merupakan sarana empuk untuk penyampaian ilmu pengetahuan. Fakta riil menunjukkan bahwa media sangat menentukan perilaku masyarakat. Apa yang disajikan oleh media cenderung diikuti oleh para penikmat media itu sendiri, tidak terkecuali dengan model atau realitas pendidikan di Indonesia. Kehadiran media telah membentuk pola pembelajaran satu arah. Ini berarti bahwa anak didik hanya melihat dengan tanpa mampu mengoreksi secara proporsional sistem nilai dan aplikasi yang ada.
Mahasiswa misalnya lebih cendrung mengakses apa yang mereka cari melalui internetketimbang membaca buku untuk mendapatkan referensi pelajarannya. Kenyataan ini akan membuka peluang sistem belajar pasif dan satu arah. Anak didik cenderung mendengarkan apa yang ditawarkan dan dilihatnya lewat media, hal ini mengakibatkan sulitnya melatih berpikir kritis terhadap apa yang diajarkan oleh para pendidik kepada para peserta didik.
2. Jenis Media
Secara umum, media dapat dikelompokan sebagai berikut:
a. Media Visual: media visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya.
b. Media Audio: media audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan kaset suara atau CD dan sebagainya.
c. Media Audio Visual: media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film, televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD. Internet termasuk dalam bentuk media audio visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media, disebut multimedia karena berbagai format ada dalam internet.
B. Masyarakat
1. Pengertian Masyarakat
Definisi Masyarakat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yg mereka anggap sama. Sedangkan menurut Paul B Horton dan C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok/kumpulan manusia tersebut.[5]
Menurut Koentjaraningrat (1987:115), “Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berintraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat continue yang terkait oleh suatu rasa identitas bersama”. Selanjutnya para ahli sosiologi seperti J.L. Gillin dan J.P.Gillin sepakat bahwa adanya saling bergaul dan interaksi karena adanya nilai-nilai, norma-norma, cara-cara dan prosedur yang merupakan kebutuhan bersama sehingga masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu, yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.[6]
Bila disimpulkan dari beberapa pengertian diatas, masyarakat adalah sekumpulan orang yang hidup bersama, bekerja sama untuk mendapatkan kepentingan bersama yang telah mempunyai tatanan kehidupan, norma-norma dan adat istiadat yang dipatuhi dalam lingkungannya.
C. Peran Media Dalam Masyarakat
Media massa merupakan sarana komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator serta agen of change yakni pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau masyarakat secara luas.
Mengingat bahwa posisi media massa dalam kehidupan masyarakat begitu penting maka kesuksesan media massa dalam menjalankan perannya sebagai komunikator dapat dilihat dari semakin berkembangnya media massa, bertahannya media massa hingga saat ini, dan semakin bertambahnya stasiun, perusahaan hingga website dan program yang disuguhkan oleh pengelola media cetak dan media elektronik. Media massa tidak akan bertahan hingga saat ini apabila tidak ada masyarakat yang menggunakan atau memanfaatkannya dalam kehidupan, karena bagaimanapun media massa tergantung pada banyaknya pemirsa.
Menurut McQuail terdapat 6 (enam) perspektif dalam melihat peran media massa dalam kehidupan sosial terutama dalam masyarakat modern, antara lain :
1. Melihat media massa sebagai window on event and experience. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana, atau media merupakan sarana informasi untuk mengetahui berbagai peristiwa.
2. Media sering dianggap sebagai a mirror of event in socity and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya, karenanya para pengelola media sering merasa tidak bersalah jika media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi dan berbagai keburukan lain.
3. Memandang media massa sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Televisi senantiasa memilih isu, informasi atau bentuk content yang lain berdasarkan standar para pengelolanya.
4. Media massa sering dipandang sebagai guide, penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.
5. Melihat media massa sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkinkan tejadinya tanggapan dan umpan balik.
6. Media massa sebagai interlocutor, yang tidak hanya sekedar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.[7]
Gambaran tentang realitas yang dibentuk oleh isi media massa inilah yang kemudian akan mendasari respon dan sikap khalayak terhadap berbagai objek sosial. Kesalahan dalam proses pemberitaan akan membuat audience menerima pesan yang tidak lengkap, sehingga menimbulkan gambaran yang salah pula terhadap objek sosial, oleh karenanya media massa dituntut menyampaikan informasi secara akurat dan berkualitas.[8]
BAB III
KESIMPULAN
Media adalah suatu sarana komunikasi bagi masyarakat, dimana komunikasi sendiri merupakan sebagai pihak perantara atau penghubung. Secara umum, media dibagi menjadi tiga bagian yaitu; media visual, media audio,dan media audio visual. Fungsi media yaitu sebagai alat atau sarana untuk memberikan informasi.
Masyarakat dan media merupakan hal yang selalu berkaitan dan media sendiri adalah bagian penting di kehidupan masyarakat. Secara tidak langsung media memiliki pengaruh yang berdampak positif maupun negative dalam pola dan perilaku masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang hidup bersama, bekerja sama untuk mendapatkan kepentingan bersama yang telah mempunyai tatanan kehidupan, norma-norma dan adat istiadat yang dipatuhi dalam lingkungannya.
Media massa merupakan sarana komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator serta agen of change yakni pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau masyarakat secara luas. Media massa tidak akan bertahan hingga saat ini apabila tidak ada masyarakat yang menggunakan atau memanfaatkannya dalam kehidupan, karena bagaimanapun media massa tergantung pada banyaknya pemirsa.
DAFTAR PUSTAKA
AS, Achmad. "Media Massa dan Khalayak" (Makassar: Hasanuddin University Press, 2002
Cahyono, A. S. PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI INDONESIA. Jurnal PUBLICIANA, 9, 140-157.
Anthon Fathanudien, Suwari Akhmaddhian &. “Partisipasi Masyarakat dalam Mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi (Studi di Kabupaten Kuningan).” UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (6 Maret 2015). https://doi.org/10.25134/unifikasi.v2i1.26.
Khatimah, Husnul. “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.” TASÂMUH 16, no. 1 (1 Desember 2018): 119–38. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v16i1.548.
Prasanti, Ditha. “PERUBAHAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM POLA KOMUNIKASI KELUARGA DI ERA DIGITAL” 1, no. 1 (2016): 13.
Suri, Dharlinda. “Pemanfaatan Media Komunikasi dan Informasi dalam Perwujudan Pembangunan Nasional.” Jurnal Komunikasi Pembangunan 17, no. 2 (1 Juli 2019): 177–87. https://doi.org/10.46937/17201926848.
Taufik, Indra. “PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMULUNG DI PEMUKIMAN TPA KELURAHAN BUKIT PINANG KECAMATAN SAMARINDA ULU” 1 (t.t.): 11.
Wahyuni, Dwi. “AGAMA SEBAGAI MEDIA DAN MEDIA SEBAGAI AGAMA.” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama 18, no. 2 (30 Desember 2017). https://doi.org/10.19109/jia.v18i2.2368.
[1] Suri, “Pemanfaatan Media Komunikasi dan Informasi dalam Perwujudan Pembangunan Nasional.”
[2] Prasanti, “PERUBAHAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM POLA KOMUNIKASI KELUARGA DI ERA DIGITAL.”
[3] Wahyuni, “AGAMA SEBAGAI MEDIA DAN MEDIA SEBAGAI AGAMA.”
[4] Husnul Khatimah, “Posisi Dan Peran Media Dalam Kehidupan Masyarakat”, Jurnal Tasamuh Vol 16, No.1, Desember 2018
[5] Anthon Fathanudien, “Partisipasi Masyarakat dalam Mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi (Studi di Kabupaten Kuningan).”
[6] Taufik, “PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMULUNG DI PEMUKIMAN TPA KELURAHAN BUKIT PINANG KECAMATAN SAMARINDA ULU.”
[7] Denis McQuail, Mass Communication Theory (London: Sage Publication, 2000), 66.
[8] Khatimah, “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.”

Komentar
Posting Komentar